Dapatkah kau membayangkan sesuatu yang sangat penting bagi kehidupan, yang ada di sekelilingmu, tapi harus “ditangkap” untuk dapat digunakan? Itu adalah nitrogen.
Sekitar empat perlima udar yang kita hirup terdiri dari nitrogen, yang adalah gas. Tapi kita mengeluarkannya lagi tanpa mengubahnya! Kita hanya menggunakan nitrogen untuk melarutkan oksigen di udara agar kita tidak menghirup terlalu banyak setiap kali. Protoplasma, zat dalam semua sel hidup membutuhkan oksigen untuk terbentuk, dan protein, bahan makanan yang sangat penting, dibangun di sekitar larutan nitrogen.
Jadi sangat penting bagi kita untuk dapat mengambil nitrogen dari udara. Proses untuk melakukan ini adalah fiksasi nitrigen. Dan sebagian besar dilakukan bagi kita oleh bakteri.
Ada dua jenis bakteri pengikat oksigen. Satu jenis hidup di akar tumbuhan, dan lainnya hidup bebas di tanah. Bagaimana mereka “mengikat” nitrogen? Bakteri ini mengambil nitrogen langsung dari udara, menggabungkannya dengan oksigen, dan kemudian menggunakan kombinasi ini untuk membuat protein.
Bakteri yang hidup di akar tumbuhan seperti kacang, semanggi, alfalfa, dan polong-polongan. Tapi mereka mengikat nitrogen lebih banyak daripada yang dibutuhkan tumbuhan ini. Tumbuhan menyimpan kelebihannya di dalam akar mereka. Ketika tumbuhan ini mati atau dipanen, surplus nitrogen pindah ke tanah.
Kalau areal pertanahan sudah digunakan terus menerus dalam waktu yang lama dan tumbuhan sudah dipanen, nitrogen tidak dikembalikan ke tanah. Tanah lalu tidak dapat memberikan makan pada tanaman baru. Inilah sebabnya mengapa petani harus menggunakan pupuk.
Pupuk yang mengganti nitrogen di dalam tanah termasuk sodium nitrat, ammonium sulfat, dan kotoran hewan dan burung, seperti rabuk. Sekarang juga ada metode buatan pengikat nitrogen untuk menyuburkan kembali tanah.